Ketentuan Pidana Dalam Sistem Peradilan Indonesia

Apa beda Pidana dan Pemidanaan? Untuk mengetahui perbedaan kedua kata tersebut, ada baiknya dipahami terlebih dahulu pengertian dari masing-masing. Pertama-tama harus dipahami terlebih dahulu apakah Pidana itu?. Pidana dapat diartikan sebagai nestapa/derita yang dijatuhkan dengan sengaja oleh negara (melalui pengadilan), dikenakan pada seseorang yang secara sah telah melanggar hukum pidana, melalui proses peradilan pidana. Pidana merupakan bagian dari reaksi sosial manakala terjadi pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku dan sebagai wujud reafirmasi simbolis atas pelanggaran terhadap hati nurani bersama, serta selalu berupa konsekuensi yang menderitakan, atau setidaknya tidak menyenangkan. Menurut Muladi dan Barda Nawawi Arief, terdapat beberapa unsur-unsur dan ciri-ciri dari Pidana, yang antara lain merupakan suatu pengenaan penderitaan/nestapa atau akibat-akibat lain yang tidak menyenangkan, diberikan dengan sengaja oleh badan yang memiliki kekuasaan (berwenang), dikenakan pada seseorang penanggungjawab peristiwa pidana menurut UU (orang memenuhi rumusan delik/pasal.

Kedua, apakah maksud dari kata Pemidanaan/Penjatuhan Pidana?. Beberapa ahli menerangkan maksud dari pemidanaan yaitu upaya yang sah dilandasi oleh hukum, untuk mengenakan nestapa penderitaan pada seseorang yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan suatu tindak pidana, melalui proses peradilan pidana. Hukum Pidana sebagai suatu sanksi yang bersifat istimewa, dan tidak jarang dikatakan melanggar HAM karena pemidanaan itu dapat berupa melakukan perampasan terhadap harta kekayaan (pidana denda), pembatasan kebebasan bergerak/kemerdekaan orang (pidana kurungan/penjara) dan perampasan terhadap nyawa (hukuman mati). Oleh karena beratnya jenis-jenis pemidanaan tersebut, maka Hukum Pidana merupakan Ultimum Remedium, yaitu senjata amungkas, jalan terakhir, jalan satu-satunya (tidak ada jalan lain). Tujuan Pemidanaan berdasarkan Rancangan KUHP tahun 2008 ada beberapa, yaitu (i) prevensi umum, mencegah dilakukannya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi pengayoman kepada masyarakat, (ii) rehabilitasi dan resosialisasi, memasyarakatkan terpidana, dengan melakukan pembinaan sehingga menjadi orang yang baik dan berguna, (iii) supaya mereka bisa kembali ke masyarakat, dan mereka itu bukan penjahat karena hanya tersesat, masih ada waktu untuk bertobat.

Jenis-jenis Pidana menurut KUHP Bab II Buku I Pasal 10, sebagai berikut:
(i) Hukuman/Pidana Pokok
a. Hukuman Mati
Menurut KUHP, yang dapat dijatuhkan Hukuman Mati yaitu tindak pidana pembunuhan berencana, kejahatan terhadap keamanan negara, pencurian dengan pemberatan, pemerasan dengan pemberatan, pembajakan di laut dengan pemberatan. Sedang di luar KUHP, tindak pidana yang dapat dijatuhkan hukuman mati yaitu terorisme, narkoba, korupsi, serta pelanggaran HAM berat.

b. Hukuman Penjara
Berdasarkan Pasal 12 KUHP, hukuman penjara lamanya seumur hidup atau sementara/pidana penjara dilakukan dalam jangka waktu tertentu, minimal 1 hari sampai selama-lamanya 15 tahun atau dapat dijatuhkan selama 20 tahun tapi tidak boleh lebih dari 20 tahun.

c. Hukuman Kurungan
Hukuman kurungan ini dilaksanakan di penjara, tapi lebih bebas karena ada hak pistole, fasilitas lebih.

d. Hukuman Denda
Jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan, minimal 1 hari dan maksimal 6 bulan. Bila ada pemberatan denda, maka kurungan pengganti denda dapat menjadi 8 bulan.

e. Hukuman Tutupan
Pidana yang dijatuhkan oleh Hakim dengan mempertimbangkan bahwa perbuatan yang dilakukan didasari oleh suatu motivasi yang patut dihormati/dihargai.

(ii) Hukuman/Pidana Tambahan
a. Pencabutan hak-hak tertentu
b. Perampasan barang-barang tertentu
c. Pengumuman putusan Hakim

NPS Law Office
Office 8 Level 18-A Sudirman Central Business
District (SCBD) Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190
< !-My calendar widget - HTML code - mycalendar.org -->< !-end of code-->
< !-Local Time Clock widget - HTML code - localtimes.info -->< !-end of code-->
Flag Counter
PageRank Checker