Menarik garis keturunan menurut Hukum Adat

Dalam hukum adat, hubungan keluarga didasarkan pada hubungan darah (genealogis) dan/atau teritorial (tempat). Dalam hukum adat, suami dan isteri tdak punya hubungan keluarga dengan alasan tidak ada hubungan darah. Pada masyarakat patrilineal/matrilineal menghasilkan kelompok-kelompok orang yang diikat dengan hubungan darah melalui laki-laki atau perempuan saja kelompok inilah yang disebut dengan Klan.

  • Patrilineal (Batak)

Menarik garis keturunan hanya dari penghubung laki-laki saja, diantaranya adalah:

  1. Kebawah semua anak laki-laki dan perempuan (yang belum menikah) beserta seluruh keturunan anak laki-laki baik yang laki-laki maupun perempuan beserta cucu.
  2. Keatas orang tua laki-laki (Ayah)
  3. Kesamping saudara laki-laki maupun perempuan (yang belum menikah) dan keturunan dari saudara laki-laki, baik keturunan laki-laki maupun perempuan (saudara kandung, kakak/adik dan keponakan laki-laki maupun perempuan dari saudara laki-laki)
  4. Yang menerima waris hanya laki-laki.

 

  • Matrilineal (Minang)

Menarik garis keturunan hanya dari penghubung perempuan saja

  1. Kebawah anak laki-laki dan perempuan beserta seluruh anak perempuan (anak anak laki-laki dan perempuan beserta cucu, cucu anak laki-laki tidak dihitung)
  2. Keatas orang tua perempuan (Ibu)
  3. Kesamping saudara laki-laki maupun perempuan dan keturunan dari saudara perempuan baik laki-laki maupun perempuan dan keturunan dari saudara perempuan baik laki-laki maupun perempuan (saudara kandung, kakak/adik dan keponakan laki-laki maupun perempuan dari saudara perempuan).
  4. Suami isteri dalam matrilineal belum tentu punya hubungan keluarga
  5. Dalam matrilineal jika tidak punya hubungan keluarga (marganya beda) maka tidak berhak menjadi ahli waris.

 

  • Bilateral (Jawa)

Menarik garis keturunan melalui penghubung laki-laki dan perempuan

  1. Kebawah anak laki-laki dan perempuan beserta seluruh keturunan anak laki-laki maupun perempuan
  2. Keatas orang tua laki-laki dan perempuan (ayah dan ibu)
  3. kesamping saudara laki-laki maupun perempuan dan keturunan dari saudara laki-laki
  4. Maupun perempuan, baik keturunan laki-laki maupun perempuan intinya semua orang dari pihak ayah maupun ibu dianggap punya hubungan keluarga

Macam-macam bentuk perkawinan adat

  1. Patrilineal yaitu kawin jujur dengan persyaratannya adalah:
  2. Eksogami

Larangan perkawinan dengan orang 1 klan

  1. Patrilokal

Istri wajib mengikuti tempat tinggal suami

  1. Barang jujur

Mengembalikan keseimbangan magis&melepaskan perempuan dari ikatan hak dan kewajiban keluarga asal

  1. Asimetris

Larangan kawin balik antara 2 klan yang telah memiliki hubungan perkawinan

Akibat dari perkawinan jujur adalah putusnya hubungan istri dengan keluarga istri, sementara di keluarga suami pun ia tidak termasuk dalam keluarga suami karena berbeda marga.

  1. Matrilineal yaitu kawin semendo dengan persyaratannya adalah eksogami dan matrilokal (anak-anak tinggal di keluarga istri). Akibat hukum dari perkawinan semendo adalah :
  2. Suami/istri tetap dalam ikatan hak dan kewajiban keluarga biologisnya
  3. Suami tidak wajib memberi nafkah pada anak – anak dan istrinya
  4. Anak-anak menarik garis keturunan melalui ibu sehingga ia akan satu klan dengan keluarga ibunya.
NPS Law Office
Office 8 Level 18-A Sudirman Central Business
District (SCBD) Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190
< !-My calendar widget - HTML code - mycalendar.org -->< !-end of code-->
< !-Local Time Clock widget - HTML code - localtimes.info -->< !-end of code-->
Flag Counter
PageRank Checker