Perjanjian (Akad) dalam perspektif Hukum Islam

Akad merupakan perikatan antara kedua belah pihak tentang sesuatu hal yang tidak melanggar syariat Islam dan menimbulkan hak dan kewajiban kepada para pihak.

Asas-asas perjanjian dalam hukum syari’ah adalah:

  1. Asas Ilahiah atau Asas Tauhid

Dalam Qs. Al-Hadid (57):4 yang artinya “ Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan”. Kegiatan Mu’amalah termasuk perbuatan perjanjian, tidak pernah akan lepas dari nilai-nilai ketauhidan. Dengan demikian manusia memiliki tanggung jawab akan hal itu. Tanggung jawab kepada masyarakat , tanggung jawab kepada pihak kedua, tanggung jawab kepada diri sendiri dan tanggung jawab kepada Allah SWT.

  1. Asas Kebolehan (Mabda al-Ibahah)

Dalam hadist riwayat Al Bazar dan At Thabrani yang artinya “ Apa-apa yang dihalalkan Allah adalah halal, dan apa-apa yang diharamkan Allah adalah Haram, dan apa-apa yang didiamkan adalah dimaafkan. Maka terimalah dari Allah pemaafnya. Sungguh Allah itu tidak melupakan sesuatupun”. Segala sesuatunya adalah boleh atau mubah dilakukan. Kebolehan ini dibatasi sampai ada dasar hukum yang melarangnya. Dalam hal ini Islam memberi kesempatan luas kepada yang berkepentingan untuk mengembangkan bentuk dan macam transaksi baru sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

  1. Asas Keadilan (Al’adalah)

Dalam Qs. Al-Hadid (57) : 25 disebutkan bahwa yang artinya “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yanag nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab Neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan”. Dalam asas ini para pihak yang melakukan kontrak dituntut untuk berlaku benar dalam mengungkapkan kehendak dan keadaan, memenuhi perjanjian yang telah mereka buat, dan memenuhi semua kewajibannya.

  1. Asas Persamaan atau kesetaraan

Dalam melakukan kontrak para pihak menentukan hak dan kewajiban masing-masing didasarkan pada asas persamaan dan kesetaraan. Tidak diperbolehkan membeda-bedakan manusia berdasar perbedaan warna kulit, agama, adat dan ras.

  1. Asas Kejujuran dan Kebenaran (Ash Shidiq)

Suatu perjanjian dapat dikatakan benar apabila memiliki manfaat bagi para pihak yang melakukan perjanjian dan bagi masyarakat dan lingkungannya. Sedangkan perjanjian yang mendatangkan madharat dilarang.

  1. Asas Tertulis (Al-Kitabah)

Suatu perjanjian hendaknya dilakukan secara tertulis agar dapat dijadikan sebagai alat bukti apabila dikemudian hari terjadi persengketaan.

  1. Asas Itikad baik (Asas Kepercayaan)

Para pihak dalam suatu perjanjian harus melaksanakan substansi kontrak atau prestasi berdasarkan kepercayaan atau keyakinan yang teguh serta kemauan baik dari para pihak agar tercapai tujuan perjanjian. Setiap akad wajib di laksanakan oleh para pihak sesuai dengan kesempatan yang di terapkan oleh yang bersangkutan dan pada sama terhindar dari cidera-janji.

 

  1. Asas Kemanfaatan dan Kemaslahatan

Semua bentuk perjanjian yang dilakukan harus mendatangkan kemanfaatan dan kemaslahatan baik bagi para pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian maupun bagi masyarakat sekitar meskipun tidak terdapat ketentuannya dalam Alquran dan hadist.

  1.   Asas Konsensualisme atau Asas Kerelaan (Mabda’ Ar-rada’iyyah)

Segala transaksi yang dilakukan harus atas dasar suka sama suka atau kerelaan antara masing-masing pihak tidak diperbolehkan ada tekanan, paksaan, penipuan, dan mis-statement.

10. Asas Kebebasan Berkontrak (mabda’hurriyah at-ta’aqud)

Islam memberikan kebebasan kepada para pihak untuk melakukan suatu perikatan. Bentuk dan isi perikatan tersebut ditentukan oleh para pihak. Apabila telah disepakati bentuk dan isinya, maka perikatan tersebut mengikat para pihak yang menyepakatinya dan harus dilaksanakan segala hak dan kewajibannya.

Sutan Remy Sjahdeini menyimpulkan ruang lingkup asas kebebasan berkontrak sebagai berikut:

  • Kebebasan untuk membuat atau tidak membuat perjanjian
  • Kebebasan untuk memilih dengan pihak siapa ia ingin membuat perjanjian
  • Kebebasan untuk memilih causa perjanjian yang akan dibuatnya
  • Kebebasan untuk menentukan objek suatu perjanjian
  • Kebebasan untuk menentukan bentuk suatu perjanjian
  • Kebebasan untuk menerima atau menyimpangi ketentuan undang-undang yang bersifat opsional (annvullen, optional).

Namun dalam pasal 1320 KUHPerdata membatasi asas kebebasan ini dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Adanya persetujuan atau kata sepakat para pihak
  • Kecakapan untuk membuat perjanjian
  • adanya objek tertentu
  • ada kausa hukum yang halal11. Asas perjanjian itu Mengikat

Setiap orang yang melakukan perjanjian terikat kepada isi perjanjian yang telah disepakati bersama pihak lain dalam perjanjian. Sehingga seluruh isi perjanjian adalah sebagai peraturan yang wajib dilakukan oleh para pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian.

12. Asas Keseimbangan Prestasi

Asas yang menghendaki kedua belah pihak memenuhi dan melaksanakan perjanjian.

13.  Asas Kepastian Hukum (Asas Pacta Sunt Servanda)

Tidak ada suatu perbuatanpun dapat dihukum kecuali atas kekuatan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada dan berlaku untuk perbuatan tersebut.

 

Adapun Rukun-Rukun Akad adalah sebagai berikut:

1. Shighat Al Aqad

Pernyataan untuk mengikatkan diri

2. Ma’qud alaih

Harga dan barang yang ditransaksikan atau obyek akad

  1. Al-aqidan

Orang yang membuat atau menyelenggarakan akad atau pihak-pihak yang berakad

  1. Maudhu al-aqd

Tujuan diselenggarakan akad

Macam-macam perjanjian syari’ah (Akad)

  1. Al-Wakalah
  2. Ash shulhu
  3. Perjanjian Jual Beli
  4. Perjanjian Sewa Menyewa (Al-Ijarah)
  5. Bagi Hasil
  6. Penitipan Barang (Wadi’ah)
  7. Serikat/Perseroan (Syirkah)
  8. Pemberian (Hibah)
  9. Pinjam Pakai ( Al-Ariyah)
  10. Perjanjian PInjam Pakai habis (Pinjam Meminjam)
  11. Gadai (Rahn)
  12. Penanggungan Hutang (Kafalah)
  13. Perjanjian Perdamaian

 

 

 

 

 

NPS Law Office
Office 8 Level 18-A Sudirman Central Business
District (SCBD) Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190
< !-My calendar widget - HTML code - mycalendar.org -->< !-end of code-->
< !-Local Time Clock widget - HTML code - localtimes.info -->< !-end of code-->
Flag Counter
PageRank Checker